Cium Ada 62 Wajib Pajak Belum Lapor Aset, Termasuk yang terkait Transfer Mencurigakan Triliunan

Cium Ada 62 Wajib Pajak Belum Lapor Aset, Termasuk yang terkait Transfer Mencurigakan Triliunan Cium Ada 62 Wajib Pajak Belum Lapor Aset, Te...

Cium Ada 62 Wajib Pajak Belum Lapor Aset, Termasuk yang terkait Transfer Mencurigakan Triliunan

Cium Ada 62 Wajib Pajak Belum Lapor Aset, Termasuk yang terkait Transfer Mencurigakan Triliunan

Mereka masuk dalam daftar wajib pajak (WP) yang melakukan transfer mencurigakan melalui Standard Chartered.

Cium Ada 62 Wajib Pajak Belum Lapor Aset, Termasuk yang terkait Transfer Mencurigakan TriliunanAntara FotoIlustrasi.

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemkeu) mencium aset-aset yang belum dilaporkan oleh 62 orang peserta amnesti pajak. Mereka masuk dalam daftar wajib pajak (WP) yang melakukan transfer mencurigakan melalui Standard Chartered.

Karena itu Ditjen Pajak tidak menutup kemungkinan menjatuhk an sanksi bagi WP yang sudah ikut amnesti pajak, namun terbukti melanggar aturan amnesti pajak. "Kami masih mendalami apakah yang sudah ikut amnesti itu telah melaporkan semua hartanya. Jadi ini data dan ini SPH. Kami cek apakah harta tadi sudah masuk di SPH atau belum," kata Ken di kantornya, Senin (9/10).

Penegasan Ken ini merespons kabar transaksi transfer dana mencurigakan dari rekening Standard Chartered (Stanchart) di Guernsey, wilayah di Kepulauan Channel, ke Singapura. Nilainya mencapai US$ 1,4 miliar atau setara Rp 18,9 triliun.

Sebelumnya, Dirjen Pajak mengatakan, transfer ini tidak dilakukan satu orang nasabah saja, melainkan oleh 81 Warga Negara Indonesia (WNI). Dari 81 wajib pajak orang Indonesia itu, 62 orang di antaranya sudah ikut program amnesti pajak. Selebihnya masih ditelusuri aparatur pajak.

Walau sudah ikut amnesti pajak, menurut Ken, belum tentu 62 orang yang sudah ikut amnesti pajak itu bersih. Untuk itu, Ditjen Pajak masih mela kukan penelusuran pada Surat Pernyataan Harta (SPH) wajib pajak yang terkait.

Apabila terbukti harta itu tidak dilaporkan dan dideklarasikan di SPH saat amnesti pajak, maka pihaknya akan menerapkan ketentuan peraturan perundang-undangan. "Bisa sampai ke penyidikan," imbuhnya.

Sesuai PP No 36/2017 dan Pasal 18 UU Pengampunan Pajak, bagi harta yang tidak dilaporkan di SPT dan dideklarasikan di SPH saat amnesti pajak, pemerintah mengenakan pajak penghasilan (PPh) final untuk harta yang dianggap sebagai tambahan penghasilan. Tarif PPh finalnya yaitu 30% untuk wajib pajak orang pribadi dan 12,5% untuk wajib pajak tertentu.

Wakil Kepala Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Dian Ediana Rae juga sempat menyatakan, pihaknya telah menganalisis transaksi keuangan sejak beberapa bulan lalu terkait pergerakan beberapa dana besar nasabah Standard Chartered. Hasilnya sudah dikirimkan ke Ditjen Pajak. "Soal nama kami tidak bisa memberikan info kare na itu masih menjadi rahasia intelijen," katanya kepada KONTAN.

Ia melanjutkan, dari hasil analisis PPATK itu, pihaknya masih terus mendalami kemungkinan adanya tindak pidana pencucian uang (TPPU). Namun demikian, dugaan sementara PPATK adalah tax evasion (tax fraud).

Agar tidak simpang siur dan menimbulkan kegaduhan, PPATK masih menunggu hasil investigasi Ditjen Pajak. "Yang kami sampaikan itu terkait dengan sejumlah perusahaan dan pengusaha WNI. Benar tidaknya dugaan tax fraud itu tergantung hasil investigasi DJP yang berwenang untuk urusan ini," ujarnya.

Editor: duanto Sumber: Kontan Ikuti kami di Heboh Video Penampakan Makhluk Misterius Mirip Putri Duyung, Saksi Mata sampai Gemetar saat Merekam Sumber: Tribun Jambi

COMMENTS

Tulis Artikel
Nama

Sains,1,
ltr
item
Berita 24 Jambi: Cium Ada 62 Wajib Pajak Belum Lapor Aset, Termasuk yang terkait Transfer Mencurigakan Triliunan
Cium Ada 62 Wajib Pajak Belum Lapor Aset, Termasuk yang terkait Transfer Mencurigakan Triliunan
http://cdn2.tstatic.net/jambi/foto/bank/images/15062017_rupiah_kredit_20170615_100941.jpg
Berita 24 Jambi
http://www.jambi.berita24.com/2017/10/cium-ada-62-wajib-pajak-belum-lapor.html
http://www.jambi.berita24.com/
http://www.jambi.berita24.com/
http://www.jambi.berita24.com/2017/10/cium-ada-62-wajib-pajak-belum-lapor.html
true
9120543150553174169
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy