www.AlvinAdam.com


Berita 24 Jambi

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Cukup Percaya Diri Tanpa Tsunami Buoy

Posted by On 12.41

Cukup Percaya Diri Tanpa Tsunami Buoy

Beranda / Nasional

Cukup Percaya Diri Tanpa Tsunami Buoy

Rabu, 27 Desember 2017 | 15:01:05 WIB | Dibaca: 74 Kali


JAKARTA â€" Semenjak tsunami Aceh tahun 2004 silam, indonesia terus mengembangkan teknologi peringatan dini terhadap tsunami. Saat ini, indonesia punya 165 sensor gempa, 52 sirine tsunami, dan ribuan skenario tsunami yang tergabung dalam Indonesia Tsunami Early Warning System (INA-TEWs)

Sebenarnya ada satu lagi alat yang bisa lebih akurat dalam mendeteksi tsunami. Alat ini bernama DART (Deep-ocean Assesment and Reporting Tsunami) atau yang lebih dikenal dengan tsunami buoy. Sekarang, alat ini tidak ada lagi dalam sistem INA-TEWs.

Alat ini punya dua komponen utama. Yakni alat penguk ur arus dan tekanan yang disimpan di bawah laut. Saat tsunami terjadi, alat ini merekam data tekanan dan perubahan arus air di bawah permukaan. Lantas mengirimkannya pada pelampung (buoy) yang mengapung diatasnya. Buoy lantas mengirimkan laporan tersebut ke satelit, kemudian diteruskan ke stasiun pemantauan tsunami terdekat.

Pasca tsunami yang meluluhlantakkan Aceh pada 2004, pemerintah memutuskan untuk membangun pelampung tsunami bekerjasama dengan Jerman, Malaysia, dan Amerika Serikat. Total 22 buoy disebar di sepanjang pantai barat Sumatera dan pantai Selatan Jawa.

Kepala Bidang Pengkajian Gempa dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono mengatakan dalam 13 tahun terakhir, sistem peringatan dini indonesia sudah berkembang pesat. Meski tanpa bouy, BMKG yakin peringatan bisa sampai akurat dan tepat waktu.

Saat ini, INA-TEWs mengandalkan modeling dan simulasi. “Kita punya sistem namanya Decision Support System, isinya ribuan skenario tsunami,” kata Daryo no pada Jawa Pos kemarin (12/26).

Daryono menjelaskan, sistem INA-TEWs terbagi menjadi tiga sektor. Yang pertama adalah sektor monitoring. Alat-alat seperti sensor gempa dan pengukur ombak (tide gauge), bertugas melaporkan gempa dan gelombang tsunami.

Laporan dari alat monitoring akan diteruskan pada pusat komputasi INA-TEWs. Disini, data-data akan diolah. Hasilnya keluar pemetaan potensi hantaman tsunami, daerah-daerah rawan, serta estimasi sampai gelombang menghantam pantai. Hasil komputasi akan diteruskan ke stasiun-stasiun BPBD di daerah-daerah tersebut. “Nanti tergantung BPBD masing-masing, mau pencet tombol (sirine tsunami,Red), atau tidak,” katanya.

Sirine tsunami merupakan salah satu diantara sektor ketiga, yakni disseminasi. Setelah diketahui akan terjadi tsunami. Tantangan selanjutnya adalah menyampaikan informasi ke masyarakat secepat mungkin. Karena dalam kondisi demikian, setiap detik bisa jadi perbedaan antara hidup dan mati.

Dalam s ektor ini, BMKG memanfaatkan semua channel. Mulai dari Twitter, Facebook, Website, lewat jaringan televisi dan media, telepon dan faksimili. BMKG juga punya sistem pengiriman SMS Local Based Service (LBS) yang akan mengirimkan pesan peringatan dini Tsunami ke semua HP milik warga di lokasi bencana. “Bahkan nomor yang belum teregister pun akan tetap menerima,” katanya.

Sepanjang 2007, perangkat INA-TEWs tercatat telah menyuarakan 18 kali peringatan tsunami, dengan 13 diantaranya benar-benar terjadi. 5 diantaranya tidak terjadi.

Kepala Pusdatin dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, dalam menentukan apakah akan terjadi tsunami atau tidak, BNPB dan BMKG hanya berpedoman pada sistem modeling dengan menentukan beberapa kriteria. “Misalnya jika gempa berkekuatan diatas 6 SR, berada di zona subduksi, serta di kedalaman kurang dari 20 km,” katanya beberapa waktu lalu.

Padahal, kata Sutopo, jika ada buoy, maka sistem peringatan tsunami bisa lebih akurat. Petugas bisa memetakan wilayah mana saja yang akan dihantam gelombang, serta berapa estimasi waktu sampai gelombang menghantam pantai.

Saat ini, Sutopo menyebut Indonesia hanya mengandalkan beberapa buoy milik negara tetangga yang dipasang di perairan internasional. Satu milik india di samudera Hindia, jauh ke barat Aceh, satu di laut Andaman milik Thailand, 2 di selatan pulau Sumba, milik Australia, serta satu di samudera pasifik di utara Papua, milik AS.

Meski demikian, menurut Sutopo, buoy hanyalah satu bagian dari Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS). Tanpa bouy â€"pun, sistem peringatan dini tetap akan berjalan.

Dekan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) sekaligus anggota kelompok peneliti tsunami Nizam memaparkan soal alat deteksi dini tsunami. Dia mengatakan alat deteksi dini tsunami di Samudra Hindia dan Pasifik masih sangat diperlukan. Sebab menjadi batas landas kontinen di kedua sa mudra tersebut sangat aktif. ’’(Sehingga, red) potensi tsunami selalu mengancam,’’ katanya saat dihubungi kemarin.

Mantan kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud itu menuturkan tsunami early warning system (TEWS) untuk wilayah samudra Hindia koordinatornya adalah Indonesia. Jaringan pemantauan TEWS terdiri dari instrumen di darat, laut, dan satelit.

Di tengah potensi tsunami yang selalu mengancam itu, muncul keprihatinan terhadap kondisi piranti TEWS. ’’Kelemahan utama kita adalah di pemeliharaan,’’ jelasnya. Selain itu juga masih rendahnya pemahaman masyarakat terkait pentingnya perlengkapan TEWS tersebut. Sehingga banyak perangkat TEWS di laut yang hilang atau tidak berfungsi. Nizam mengaku sangat menyayangkannya.

Terkait soal anggaran biaya perawatan, Nizam berharap instrumen TEWS itu lebih diperluas fungsinya. Sehingga operasionalnya bisa lebih efektif dan efisien. Misalnya perangkat TEWS sekalgian untuk monitoring cuaca, badai, keberadaan ikan, kondisi cemaran air, keselamatan perairan, dan sebagainya.

Nizam menjelaskan perangkat TEWS sangat banyak. Salah satunya adalah wave rider bouy yang jumlahnya ada enam buah. ’’Bantuan dari Jerman,’’ tuturnya. Dia juga mengungkapkan anggaran perawatan perangkat seperti ini di kementerian atau lembaga tidak terlalu besar. Namun dia tidak bisa merinci besarannya.

Supaya ada tambahan anggaran untuk perawatan TEWS, diharapkan bisa menjadi wahana penelitian. Sehingga ada suntikan anggaran dari perguruan tinggi yang bekerjasama. Nizam berahrap setiap stasiun TEWS diharapkan bisa dikerjasamakan dengan peneliti-peneliti perguruan tinggi.

Nostalgia Wapres

Bencana gempa disertai tsunami juga mengingtkan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada peristiwa 13 tahun silam itu. Khususnya terkait dengan penanganan korban jiwa yang mencapai ratusan ribu. JK menuturkan saat itu sempat hendak berbicara dengan para tokoh agama sete mpat. Tapi, ternyata mereka tidak bisa dihubungi lantaran juga ikut menyelematkan diri.

”Handphone tidak ada yang hidup, jadi tidak ketahuan di mana (para ulama, Red) di kampungnya juga (tidak ada),” ujar JK di Jakarta, kemarin (26/12). Dia berbincang dengan Juru Bicara Wapres Husain Abdullah, Mantan Menteri Perindustrian Saleh Husin, Andi Mattalatta, dan Komaruddin Hidayat usai bermain golf di Senayan.

JK lantas memanggil pejabat termasuk Wakil Gubernur Azwar Abu Bakar yang menjadi gubernur sementara. Mereka diajak untuk berembuk penanganan ribuan jenazah. ”Menurut pendapat saya ini syahid, karena itu tidak perlu dikafankan, tidak perlu dimandikan, tidak perlu disalatkan, kalaupun mau, bagaimana caranya,” ujar JK. Akhirnya Azwar Abu Bakar pun minta surat tertulis terkait keputusan tersebut.

Juru Bicara Wapres Husain Abdullah menuturkan sebenarnya bukan hanya fatwa terkait korban tsunami yang dinyatakan mati syahid. Tapi, juga soal warung-warung kel ontong yang diminta untuk menggratiskan sembako kepada warga atau korban. Pemerintah pun akan menggantinya. ”Pak JK juga keluarkan berita agar warung sembako membagikan gratis,” ungkap pejabat yang akrab disapa Uceng itu.

Keputusan-keputusan cepat dari JK saat itu, menurut Husain, bisa menjadi role model untuk penanganan bencana alam besar yang terjadi sekarang. Karena butuh penanganan cepat dalam masa tanggap darurat. ”Dengan kondisi alam dan daerah yang rawan bencana alam, keputusan cepat pak JK itu kini bisa dijadikan role model,” tutur Uceng.

Selain itu, gempa besar di Aceh itu juga memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi warga setempat juga masyarakat di pesisir. Bila ada gempa besar dan tahu laut surut dengan cepat, warga harus segera menjauhi pantai dan mencari tempat tinggi. ”Seperti warga pulau Simeulue yang sudah punya pengalaman ketika ada gempa langsung cari tempat tinggi,” ujar dia. Pulau tersebut terletak di barat pulau Sumatera, tapi pada saat terjadi tsunami jumlah korban sangat sedikit.

(tau/wan/jun)


Berita Terkini

Tiga Pasang atau Head to Head, Kandidat Kerinci Hilir Jadi Penentu

Tiga Pasang atau Head to Head, Kandidat Kerinci Hilir Jadi Penentu

Politik - 12 Jam yang lalu

JAMBI - Dua kandidat calon Bupati (Cabup) dan Wakil Bupati (Cawabup) Kerinci sudah dipastikan berpasangan di P...


Penerima Beasiswa Diumumkan Hari Ini, Bisa Dilihat di Website Disdik

Penerima Beasiswa Diumumkan Hari Ini, Bisa Dilihat di Website Disdik

Metropolis - 12 Jam yang lalu

JAMBI - Tahapan seleksi beasiswa Prestasi Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2017 selesai. Hari ini (27/12) Dinas P...


OPINI: Refleksi Ekonomi Syariah 2017

OPINI: Refleksi Ekonomi Syariah 2017

Opini - 12 Jam yang lalu

Oleh: Raditya Sukmana* PERKEMBANGAN ekonomi syariah di Indonesia selama 2017 cukup menarik untuk dikaji. Seba...


Haris-Nalim Adu Kuat Rebut Hanura, PKB Segera Serahkan Dukungan

Haris-Nalim Adu Kuat Rebut Hanura, PKB Segera Serahkan Dukungan

Politik - 12 Jam yang lalu

JAMBI - Dukungan partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) masih sangat dinamis di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ...


Faul: Jangan Ada Main Belakang, Jelang Pendaftaran Calon Walikota Jambi 2018

Faul : Jangan Ada Main Belakang, Jelang Pendaftaran Calon Walikota Jambi 2018

Politik - 12 Jam yang lalu

JAMBI - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Jambi sudah bersiap diri menghadapi pendaftaran Calon Wal...


Chumadi Ingin Sani-Izi Cukup Blusukan

Chumadi Ingin Sani-Izi Cukup Blusukan

Politik - 12 Jam yang lalu

JAMBI- Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Jambi, Chumaidi Zaidi mengatakan jagoannya Abdullah Sani-Kemas A...


Sumber: Google News | Berita 24 Jambi

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »