Kirim Berita Jambi: Klik Disini | Konfirmasi Berita Jambi: Klik Disini

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

SKK Migas: ConocoPhillips Upayakan Cari Cadangan Baru South ...

Posted by On 00.22

SKK Migas: ConocoPhillips Upayakan Cari Cadangan Baru South ...

  • Home
  • Berita
  • Energi

Energi

SKK Migas: ConocoPhillips Upayakan Cari Cadangan Baru South Jambi B Selama kontrak belum berakhir, ConocoPhillips tetap harus mencari cadangan. Stand pameran ConocoPhillips Kamis 14/12/2017, 13.53 WIB Anggita Rezki Amelia Menggugat Survei Fraser Berdasarkan Manfaat Gross Split SKK Prediksi Investasi Hulu Migas Meningkat 10% Tahun Depan Tahap Awal, PGN Akan Jual Dua Kargo Gas Blok Sanga-Sanga

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) meminta ConocoPhillips mencari cadangan baru di blok South Jambi B. Ini karena blok tersebut sudah tidak beroperasi lagi karena cadangan sudah habis.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Wisnu Prabawa Taher mengatakan produksi Blok South Jambi B sudah berakhir pada 9 Desember 2012. “Sudah tidak ekonomis untuk diproduksikan," kata dia kepada Katadata.co.id, Kamis (14/12).

Daftar newsletter Katadata sekarang! Dapatkan berita terbaru pilihan kami melalui email Anda setiap hari (Senin - Jumat). Saya setuju untuk menerima promosi dari produk & layanan Katadata. Kode Keamanan Baru Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya. Alamat email Anda telah terdaftar Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba bebera pa saat lagi Silahkan mengisi alamat email Silahkan mengisi alamat email dengan benar Masukkan kode pengaman dengan benar Silahkan mengisi captcha

Meski sudah tidak lagi berproduksi, kontrak blok tersebut tidak diterminasi oleh pemerintah. Alasannya kontrak masih berlaku hingga 2020.

Namun, selama kontrak belum berakhir, ConocoPhillips tetap harus mencari cadangan. "Ketika masih ada waktu dalam kontrak, akan tetap diupayakan mencari cadangan yang baru yang ekonomis," kata Wisnu.

Vice President Relations & Security ConocoPhillips Indonesia Joang Laksanto juga mengatakan hal yang sama. Bahkan produksi itu sudah dihentikan sejak tahun 2011 lalu. “Karena produksinya sudah depletion," kata dia.

Seperti diketahui, dalam lembar fakta ConocoPhillips periode Maret 2017 yang dimuat dalam situs resminya, menyebutkan produksi Blok South Jambi B telah berhenti. Pembangunan lapangan juga telah ditangguhkan dan saat ini perusahaan tersebut masih m embahas terkait kelanjutan nasib blok tersebut pasca kontraknya berakhir.

Di blok tersebut, ConocoPhillips bertindak sebagai operator. Mereka memiliki hak kelola sebesar 45%, kemudian PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebesar 25%, dan Petrocina sebesar 30%.

(Baca: Blok South Jambi B Stop Operasi, Pasokan Gas ke Singapura tak Terganggu)

Berdasarkan data Kementerian ESDM, kontrak PSC Blok South Jambi B pertama kali ditandatangani pada 1990. Wilayah kerjanya seluas 594 mil persegi di darat (onshore), Jambi. Produksi gas lapangan pertama dimulai pada 2004. Gas dari blok tersebut disuplai ke Pte.Ltd melalui jalur pipa TGI Singapura.

Artikel Terkait Menggugat Survei Fraser Berdasarkan Manfaat Gross Split Kalau memasukkan variabel gross split sebagai salah satu kriteria penilaian, survei Fraser Institute tidak akan valid dan cenderung bias. SKK Prediksi Investasi Hulu Migas Meningkat 10% Tahun Depan SKK Migas memperkir akan investasi hulu migas bisa di atas US$ 12 miliar karena ada kenaikkan harga minyak. Tahap Awal, PGN Akan Jual Dua Kargo Gas Blok Sanga-Sanga Dua kargo itu merupakan jatah LNG yang belum memiliki kontrak di blok Sanga-Sanga selama semester I tahun depan.

Berita Terpopuler

Energi Pertamina Tak Khawatirkan Kehadiran Elpiji Nusagaz Milik Afiliasi Vivo "Jadi itu hal biasa, siapa pun yang masuk ya biasa-biasa saja. Tidak khawatir," kata Iskandar. Nasional Marsekal Hadi Jadi Panglima, Jenderal Gatot Bertahan di Mabes TNI Gatot Nurmantyo menyatakan dirinya masih tetap menjabat sebagai perwira tinggi TNI hingga dirinya pe ... Nasional Bappenas Serahkan Kajian Ibukota Baru ke Jokowi Akhir Bulan Ini "Sekarang sudah hampir selesai," ujar Bambang Nasional Konsolidasi BUMN, Pemerintah Bentuk 5 Holding Pemerintah memilih lima perusahaan BUMN untuk memimpin kelima bisnis se ktor strategisnya. Nasional Demi Jaga Integritas, Otto Hasibuan Mundur Sebagai Pengacara Setnov Otto mengatakan, ketiadaan kesepakatan menangani perkara dapat menyulitkannya dalam memberikan suatu ...

Opini

Fahmy Radhi Fahmy Radhi

Menggugat Survei Fraser Berdasarkan Manfaat Gross Split

Madjedi Hasan Madjedi Hasan

Potensi Masalah Skema Kontrak Bagi Hasil Gross Split

Kishore Mahbubani Kishore

Sistem Pendidikan Perlu Adaptasi dengan Disrupsi Teknologi

Irvan Rahardjo Irvan Rahardjo

Setahun Restrukturisasi AJB Bumiputera Masih Jalan di Tempat

Sampe L. Purba Sampe L Purba

Mematut Potensi India, Pasar Raksasa Gas Dunia

Baca juga Pertumbuhan Ekonomi Makro Bank Dunia: Delapan Risiko Domestik dan Global Bayangi Ekonomi 2018 Dolar Makro Bunga The Fed Naik, Dolar AS Justru Melemah Setya Novanto Sidang Tipikor Nasional Berlandaskan Putusan MK, Hakim Gugurkan Praperadilan Setnov Jasa Marga Bursa Jadi Pionir, Jasa Marga Catatkan Komodo Bond di Bursa London Infomark Transparansi Tambang: Mulai 2020 Data Pemilik Wajib Dibuka Infomark Transparansi Tambang: Mulai 2020 Data Pemilik Wajib Dibuka Sektor Migas Tunggu Revisi Undang-Undang Infomark Sektor Migas Tunggu Revisi Undang-Undang Keterbukaan-Data , Indonesia-Masih-Tertinggal Infomark Keterbukaan Data, Indonesia Masih Tertinggal Izin Tak Layak, Penerimaan Negara Terhambat Infomark Izin Tak Layak, Penerimaan Negara Terhambat Sumber: Google News | Berita 24 Jambi

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »