www.AlvinAdam.com
Kirim Berita Jambi: Klik Disini | Konfirmasi Berita Jambi: Klik Disini

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Mata Uang Negara Maju Melemah

Posted by On 01.27

Mata Uang Negara Maju Melemah

Mata Uang Negara Maju Melemah

Mata uang AS (USD), yang pada hari Jumat kemarin (20/4) menguat tajam terhadap semua mata uang dunia

Mata Uang Negara Maju Melemahtribunjambi/fitri amaliaKantor Bank Indonesia Cabang Jambi

Laporan Wartawan Tribun Jambi Fitri Amalia

TRIBUNJAMBI.COM - Mata uang AS (USD), yang pada hari Jumat kemarin (20/4) menguat tajam terhadap semua mata uang dunia, termasuk Rupiah, pada hari Senin (23/4) kembali mengalami penguatan secara meluas (broadbased).

Sama seperti yang terjadi di hari Jumat, penguatan USD masih dipicu oleh meningkatnya yield US treasury bills mendekati level psikologis 3,0 persen dan munculnya kembali ekspektasi kenaikan suku bunga Fed Fund Rate (FFR) sebanya k lebih dari tiga kali selama 2018.

"Kenaikan yield dan suku bunga di AS itu sendiri dipicu oleh meningkatnya optimisme investor terhadap prospek ekonomi AS seiring berbagai data ekonomi AS yg terus membaik dan tensi perang dagang antara AS dan China yang berlangsung selama tahun 2018 ini," kata Bayu Martanto, Kepala Bank Indonesia Provinsi Jambi.

Sejalan dengan itu, pada hari Senin (23/4) semua mata uang negara maju kembali melemah terhadap USD, antara lain JPY -0,25 persen, CHF -0,27 persen, SGD -0,35 persen, dan EUR -0,31persen.

Dalam periode yang sama, mayoritas mata uang negara emerging market, termasuk Indonesia, juga melemah.

Untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah (IDR) sesuai fundamentalnya, Bank Indonesia telah melakukan intervensi baik di pasar valas maupun pasar SBN dalam jumlah cukup besar.

"Dengan upaya tersebut, IDR yang pada hari Jumat sempat terdepresiasi sebesar -0,70 persen, pada hari Senin ini hanya melemah -0 ,12persen, lebih rendah daripada depresiasi yang terjadi pada mata uang negara-negara emerging market dan Asia lainnya, seperti PHP -0,32 persen, INR -0,56 persen, THB -0,57 persen, MXN -0,89 persen, dan ZAR -1,06 persen," jelas Bayu.
Gambaran serupa juga tampak dalam periode waktu yang lebih panjang. Dengan dukungan upaya stabilisasi oleh BI, sejak awal April (mtd), IDR melemah -0,91persen, lebih kecil daripada pelemahan mata uang beberapa negara emerging market lain, seperti THB -1,04 persen, INR -1,96 persen, MXN -2,76 persen, ZAR -3,30 persen.

Demikian pula, sejak awal tahun 2018 (ytd) IDR melemah -2,35 persen, juga lebih kecil daripada pelemahan mata uang beberapa negara emerging market lain seperti BRL -3,06 persen, INR -3,92 persen, PHP -4,46 persen, dan TRY -7,17 persen.

Bank Indonesia akan terus memonitor dan mewaspadai risiko berlanjutnya tren pelemahan nilai tukar Rupiah, baik yang dipicu oleh gejolak global (dampak kenaikan suku bunga AS, perang da gang AS-China, kenaikan harga minyak, dan eskalasi tensi geopolitik terhadap berlanjutnya arus keluar asing dari pasar SBN dan saham Indonesia) maupun yang bersumber dari kenaikan permintaan valas oleh korporasi domestik (terkait kebutuhan pembayaran impor, ULN, dan dividen yang biasanya cenderung meningkat pada triwulan II).

Bank Indonesia akan tetap berada di pasar untuk menjaga stabilitas rupiah sesuai fundamentalnya.

(Sumber: Pers release Bank Indonesia Jambi)

Penulis: fitri Editor: nani Sumber: Tribun Jambi Ikuti kami di Istri Sah Ciduk Suaminya dengan Pelakor di Kamar Kos, Pelakor Malah Ngamuk, Jambak hingga Mencakar Sumber: Goog le News | Berita 24 Jambi

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »