www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Antisipasi Kejahatan pada Alat Pembayaran Menggunakan Kartu ...

Posted by On 15.30

Antisipasi Kejahatan pada Alat Pembayaran Menggunakan Kartu ...

Antisipasi Kejahatan pada Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (AMPK), BI Jambi Gelar Seminar

Seminar yang diadakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi dengan topik Upaya Pencegahan Fraud Pada Penggunaan

Antisipasi Kejahatan pada Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (AMPK), BI Jambi Gelar SeminarTRIBUN JAMBI/FITRI AMALIA

Laporan Wartawan Tribunjambi.com Fitri Amalia

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Seminar yang diadakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi dengan topik Upaya Pencegahan Fraud Pada Penggunaan Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK) berjalan lancar.

Seminar yang diadakan di Swiss-BelHotel Jambi, Kamis (28/6) dihadiri oleh Kep ala Bank Indonesia Jambi Bayu Martanto, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Endang Nuryadin, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Dinas Sosial Propinsi Jambi, Kepala Dinas Sosial Kota Jambi dan pihak kepolisian. Seminar juga dihadiri perwakilan perbankan dan bank di Wilayah Propinsi Jambi serta stakeholder terkait.

Baca: Tim Paslon Satu Catat Kecurangan

Seminar ini menghadirkan RM Bram Handoko selaku Manager Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI dan Sofwan Kurnia selaku Deputi Departemen Surveilans Sistem Keuangan sebagai narasumber.

Beberapa hal yang disampaikan dalam seminar ini, diantaranya terkait dengan ketentuan BI terkait APMK dan Upaya BI untuk mengantisipasi tidak kejahatan APMK. Dalam seminar juga membahas modus tindak kejahatan APMK dan upaya yang perlu dilakukan nasabah untuk mengantisipasi tindak kejahatan APMK.

Bayu Martanto, selaku Kepala Bank Indonesia Propinsi Jambi mengatakan, kegiatan ini tindak lanjut dari gerakan nasional non tunai yang sudah dicanangkan pada tahun 2014. Kegiatan ini konsisten akan terus dilaksanakan. Pihaknya akan melakukan sosialisasi bagaimana perbankan, BI dan nasabah perlu menyikapi sistem pembayaran yang semakin berkembang pesat, baik yang menggunakan alat pembayaran yang menggunakan kartu.

"Penggunaan APMK sudah menjadi bagian dari seseorang baik dari ATM, debit dan lainnya," ujarnya.

Baca: Sidang PK Aulia Tasman, Hakim Sebut Mestinya Ada Fakta Baru, Bukan Mengulang Penjelasan

Baca: Rosidin Lihat Darah Berceceran di Depan Pintu, dan Mayat di Samping Pondok

Ia mengatakan, pembayaran dengan menggunakan kartu di samping mempermudah, cepat dan memberi kenyamanan, ada beberapa risiko yang mesti dikenali dan bisa dicegah oleh pengguna kartu. Ada beberapa modus-modus kejahatannya seperti skimming yang baru-baru ini terjadi di beberapa daerah.

Hal tersebut dapat dicegah, tidak hanya dari pi hak bank, nasabah juga dapat mencegah terjadinya hal tersebut. Konsumen juga bisa melakukan langkah-langkah seperti mengganti kartu lama bisa diganti dengan kartu chip, melakukan pergantian pin secara periodik untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, dan meminta penambahan fitur keamanan dengan menggunakan PIN termasuk menambah fitur pengamanan berupa notifikasi transaksi.

"Bank juga telah memberikan fitur-fitur keamanan, jadi kuncinya ada di nasabah itu sendiri, untuk transaksi yang lebih aman, nyaman dan cepat mesti kita kenali dan mitigasi," ujarnya.

Dikatakan Bayu, dari perkembangan penyimpangan-penyimpangan seperti skimming dan modus-modus kejahatan yang menggunakan teknologi belum terjadi. "Kegiatan ini merupakan salah satu langkah agar kejadian-kejadian seperti bisa dikenal dan dimitigasi, bukan berarti kalau tidak ada kejadian kita bisa tenang-tenang saja, tapi kita berupaya melakukan pencegahan," tegasnya.

Baca: Pascapenc oblosan, Kerinci Kondusif. Pemenang Diminta Tak Terlalu Bereuforia

Baca: Rasa Spesial Wagyu Steak di Casa de Alicia

Baca: Casa de Alicia Usung Konsep Otomotif dan Travel, Andalkan Menu Western

Kebanyakan kejadian yang terjadi masih berupa fisik, seperti pembobolan ATM secara fisik. "Jadi mudah-mudahan ini juga kedepannya lebih aman dan Jambi tidak terjadi praktik seperti itu," tuturnya.

Endang Nuryadin, kepala OJK Jambi sangat mengapresiasi kegiatan ini. Terkait OJK sebagai pengawas jasa keuangan berharap jasa keuangan baik perbankan dan yang menerbitkan kartu pembayaran non dapat tunai harus memperkuat sistem internet dan melakukan edukasi pada nasabahnya.

"Perbankan dan jasa keuangan lainnya yang menerbitkan kartu pembayaran nontunai harus melakukan edukasi juga pada nasabahnya, misalnya kiat-kiat bagaimana melakukan transaksi yang aman, mengganti PIN secara berkala, dan jangan sampai suka terpancing memberikan data pribadi pada orang lain. Nasabah pun juga harus hati-hati," pungkasnya.

Baca: Kadisparbudpora Kerinci dan Kepala UPTD Diperiksa Polisi, Buntut Pungli Parkir di Danau Kerinci

Baca: ASTAGHFIRULLAH - Diduga Tak Ada Yang Mengurus, Jasad Wanita Ini Diletakkan di Lorong yang Sepi

Baca: Dikira Orang Tidur Berbungkus Karpet, Ternyata Wanita Tanpa Busana Sudah Tak Bernyawa

Baca: Jasad Wanita di Lorong Nusantara Terbungkus Karpet dan Diikat Tali Rafia. Ini Penjelasan Kapolsek

Penulis: fitri Editor: fifi Ikuti kami di Arogan Pukulkan Helm Baja ke 7 Anak Buahnya, Kombes Ekotrio Dicopot dari Jabatannya Sumber: Berita Jambi

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »