www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Insiden Penembakan 5 Orang Rimba Jambi Tuai Kecaman

Posted by On 01.45

Insiden Penembakan 5 Orang Rimba Jambi Tuai Kecaman

Suara.com - Selasa sore (19/6/2018) warga Desa Dwi Karya Bakti di Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi geger. Puluhan warga yang sebagian besar adalah Orang Rimba atau Suku Anak Dalam (SAD) ribut dengan aparat di Polsek Pelepat sore itu.

Lima Orang Rimba dilaporkan tertembak saat keributan terjadi.

Baca Juga : Unik, Mahasiswa UMM Ciptakan Mesin Cuci Gowes Tanpa Listrik

Dari informasi, insiden tersebut bermula dari konflik antar dua kelompok Orang Rimba di daerah itu. Satu kelompok Orang Rimba dari kampung Pasir Putih, Desa Dwi Karya Bakti bermaksud mempertanyakan kasus yang dilaporkan kepada aparat Polsek Pelepat. Namun entah kenapa justru berujung keributan hingga insiden penembakan.

Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi yang selama in i fokus pada pendampingan Orang Rimba di Jambi sangat menyayangkan terjadinya insiden tersebut.

"Tidak seharusnya aparat melepaskan tembakan ke arah Orang Rimba (SAD). Mereka bukan penjahat kelas kakap. Bungo merupakan salah satu daerah yang ada Orang Rimbanya," kata Rudi Syaf, Direktur KKI Warsi saat dihubungi, Rabu (20/6/2018) lalu.

Menurut dia, ada perbedaan pandangan antara SAD dan Melayu. Bagi Orang Rimba atau SAD, kata Rudi, ketika senjata sudah meletus, itu artinya situasi makin buruk dan mereka akan melawan.

Baca Juga : Disebut Banci, Baetz Management vs Jefri Nichol Makin Memanas

Harusnya aparat yang bertugas di daerah-daerah yang terdapat warga dari suku adat marginal seperti Orang Rimba diberi pemahaman bagaimana menghadapi komunitas ini. Ka rena pada dasarnya mereka takut dengan polisi.

"Namun kalau sudah terpancing mereka bisa bertahan juga dengan melakukan tindakan yang dianggap melawan hukum," ujar Rudi.

Ia pun menyayangkan apabila ada yang memprovokasi Orang Rimba hingga beru jung anarkis.

"Harusnya aparat menjadi pengayom yang baik untuk semua kelompok masyarakat termasuk bagi kelompok Orang Rimba yang masih sangat sedikit pengetahuannya tentang hukum positif yang berlaku di negeri ini," Rudi menjelaskan.

Bac a Juga : Jepang Ajak Indonesia Bangun Palestina Pasca Perang

Untuk itu, KKI Warsi mengimbau kepada aparat pemerintah dan kepolisian untuk menyelesaikan masalah ini dengan bijak dan menunjukkan bahwa negara hadir untuk mengayomi semua kelompok masyarakat termasuk Orang Rimba.

Konflik Lama

Rusuh Orang Rimba di Mapolsek Pelepat, Kabupaten Bungo. (Dok. Polres Bungo)

Melalui sambungan telepon, kepada Suara.com, Jupri, salah satu Orang Rimba di Kecamatan Pelepat yang ikut menjadi saksi insiden tersebut menceritakan, kejadian bermula saat Orang Rimba bernama Ilham dari Kabupaten Merangin bersama kelompoknya datang bersilaturahmi ke kelompok Orang Rimba di dusun Pasir Putih, Kabupaten Bungo.

Kabupaten Bungo dan Kabupaten Merangin adalah dua daerah bertetangga di Jambi.

Kedatangan Ilham dan kelompoknya bermaksud untuk silaturahmi hari raya Idulfitri. Namun e ntah kenapa, Ilham dianggap melontarkan ejekan yang dinilai tidak senonoh kepada kelompok Orang Rimba di Pasir Putih.

Sebelumnya, kedua kelompok itu sempat terlibat konflik, namun berhasil diredam aparat setempat dengan perjanjian. Dalam perjanjian itu dinyatakan, apabila ada salah satu kelompok yang memulai keributan akan didenda dua kali lipat dari denda sebelumnya.

Merasa tidak terima diejek, kelompok Orang Rimba lantas melaporkanya kepada aparat Polsek Pelepat. Mereka meminta agar Ilham ditangkap dan harus membayar denda.

Namun karena menganggap polisi tak kunjung menindaklanjuti laporan itu, kelompok Orang Rimba di Pasir Putih kemudian beramai-ramai mendatangi Mapolsek Pelepat hingga berujung ribut.

"Kami ke sana (Polsek) untuk menuntut polisi menangkap Ilham, kami bawa kayu cuma untuk menggertak. Tidak membawa kecepek(senjata rakitan), kami tidak menyerang," kata Jupri.

Akibat insiden itu, lima Orang Rimba menderita luka tembak dan harus dirawat di rumah sakit. Mereka adalah Supri (15), Unom (20), Buyung (60), Bujang (35) dan Yatim (18).

Pasca-insiden itu, aparat pemerintah daerah dan kepolisian setempat langsung menggelar mediasi. Hasilnya, korban yang dirawat akan dibiayai oleh pemerintah. Polisi juga berjanji akan mencari keberadaan Ilham dan memproses lebih lanjut.

loading... loading...
  • Bejat! Pria di Jambi Berkali-kali Cabuli Anak Kandung Sendiri

  • Penembakan 5 Orang Rimba Jambi Berakhir Denda Puluhan Juta

  • Muncul di Kebun, Seekor Harimau Bikin Warga Jambi Susah Tidur

  • Silaturahmi Berujung Rusuh Orang Rimba di Markas Polisi

  • 5 Orang Rimba Jambi Diduga Tertembak Aparat Polisi

  • Kerja Berat Polisi Tangkap Pemeras Wisatawan Danau Kerinci

  • Kebakaran Hebat di Jambi, Nenek dan Cucu Tewas Terpanggang

  • 3 Hari Mati Lampu, Dua Daerah di Jambi Lumpuh Total

  • Besok Lebaran, Harga Daging Sapi Tembus Rp 140 Ribu Per Kilogram

Sumber: Berita Jambi

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »